Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 September 2018

Sport Talk | Asian Games 2018 : Superior di satu cabang olahraga

Sport talk :  Asian Games 2018 : Superior di satu cabang olahraga

*****************************************************************************

Image result for Asian Games 2018
Artikel kali ini membahas negara yang lumbung medali cuman di satu cabang olahraga saja. nah negara apa saja? ini dia negara superior tersebut dari situs Asian Games 2018.



1. Jepang.  Negara pemenang Miss Universe 2007 ini mendominasi cabang olahraga renang. Jepang memperoleh 52 medali di cabang olahraga ini. Sebanyak 19 emas, 20 perak, dan 13 perunggu berhasil mereka raih.  
2. Indonesia.   Tuan Rumah tidak mau kalah, Indonesia memperoleh dominasi di cabang olahraga pencak silat. Sebanyak 15 medali berhasil diperoleh para atlet Indonesia. Medali ini meliputi 14 emas dan 1 perunggu. 
3. Bahrain.  Negara ini mendapatkan 25 medali di cabang olahraga atletik. Sebanyak 12 emas, 6 perak, dan 7 perunggu berhasil mereka raih. 
4. Qatar.  Qatar juga menyusul Bahrain dengan memperoleh 7 medali di cabang olahraga atletik. Medali ini terdiri dari 4 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. 
5. Uzbekistan.  Cabang olahraga Kurash didominasi oleh Uzbekistan. Negara ini berhasil menyabet 12 medali yang terdiri dari 6 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. 
6. Korea Selatan.  Negara K-pop ini  ini berhasil meraih 15 medali di cabang olahraga anggar. Korea Selatan menyabet 15 medali yang terdiri dari 6 emas, 3 perak, dan 6 perunggu. 
7. Korea Utara.  Korea Utara mendominasi di cabang olahraga Angkat besi. Ada pun 10 medali yang terdiri dari 8 emas, 1 perak, dan 1 perunggu berhasil diraih oleh atlet dari negara ini. 
__________________________________________________________________________

Yordania sebut dominasi Indonesia di pencak silat Asian Games 'tak bernilai', UEA mengatakan bisa mengerti



Baru - baru ini berita ini jelas membuat sorotan... Menurut Sekjen JOC, Nasser Majali, dalam wawancara dengan situs olahraga insidethegames, mengatakan medali emas dari pencak silat "tidak punya nilai".
"Saya paham negara tuan rumah biasanya ingin unjuk kekuatan, ini berlaku juga untuk Olimpiade. Tapi jika saya adalah pihak yang menentukan, jelas saya tidak akan menempuh cara itu, saya tidak akan memasukkan cabang olahraga nasional," kata Majali.
Pandangan yang berbeda disampaikan Uni Emirat Arab (UEA).
Ketua kontingen UEA, Ahmed Al Tayeb, kepada Gulf News mengatakan, "Sebagai tuan rumah, Indonesia perlu meraih medali. Dewan Olimpiade Asia selalu mengakomodasi keinginan tuan rumah Asian Games untuk mendapatkan medali."
Di Asian Games 2018, Indonesia meraih 31 medali emas, 14 di antaranya didapat dari pencak silat, cabang olahraga yang masuk ke Asian Games atas permintaan Indonesia sebagai tuan rumah, dan tidak akan lagi dipertandingkan di Asian Games mendatang.

Akan sulit diulangi'

Saat menggelar Asian Games 1962, Indonesia meraih 11 emas.
Pencak Silat Asian Games 2018
Image captionIndonesia tak terbendung di cabang pencak silat Asian Games 2018 dengan meraih 14 dari 16 emas yang tersedia. Dua emas yang tersisa diraih kontingen Vietnam. (APP)
Majali mengatakan Indonesia akan kesulitan mengulangi prestasi yang dicatat di Asian Games 2018 karena pencak silat, "tambang medali emas" bagi Indonesia tidak dipertandingkan di Asian Games mendatang.
"Mereka tidak akan pernah mengulang prestasi ini. (Pencapaian di Asian Games 2018) didapat melalui jalan nonorganik," kata Majali.
Bukan sekali ini Indonesia berjaya di cabang pencak silat.
Di SEA Games 2011, Indonesia menyabet sembilan dari 18 emas yang tersedia.
Majali mengatakan memasukkan satu cabang olahraga di mana negara-negara lain sulit untuk bersaing mendapat medali adalah "tidak adil".
Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan reaksi yang "lebih bersahabat" dengan mengatakan apa yang dilakukan Indonesia bisa dipahami.
"Kalau kami sebagai tuan rumah Asian Games, kami mungkin akan memasukkan nomor endurance untuk cabang berkuda. Kita bisa memasukkan beberapa nomor dengan jarak-jarak yang berbeda dan kami bisa meraih tiga medali karena atlet-atlet kami sangat andal di nomor ini," kata Al Tayeb, ketua kontingen UEA.
Sementara itu, Komite Olimpiade India mengatakan Komite Olimpiade Asia harus membicarakan ketentuan soal cabang-cabang olahraga yang bisa dimasukkan ke Asian Games oleh tuan rumah.
Bendahara Komite Olimpiade India, Anandeshwar Pandey, kepada Gulf News mengatakan, pencak silat mestinya harus dimasukkan dengan status eksibisi dan baru dimasukkan secara resmi ketika banyak negara yang mengadopsi cabang ini sehingga persaingan meraih medali menjadi lebih adil.  Links Source | https://www.bbc.com/indonesia/olahraga-45398766

Sport Talk : Asian Games 2018 : Perjuangan Atlet

Sport Talk : Asian Games 2018 : Perjuangan Atlet 


Artikel kali ini, saya akan bahas perjuangan atlet.. salah satu faktor perngorbanan mereka adalah rela kehilangan waktu bersama keluarga demi negara. resiko menjadi atlet adalah Cidera.  nah ini yang paling ditakuti seorang atlet. kenapa cidera bisa membuat karier sang atlet tamat.  nah disini diriku akan bahas perjuangan atlet Asian Games 2018.



*Anthony Ginting (Atlet Bulu Tangkis Indonesia).   Saat melawan China di partai final bulu tangkis beregu putra mengalami Kram kaki. Kram Kaki harus membuat pemain tersebut menyerah...perjuangan anthony membuat public Indonesia simpati.😚😚😚



*Dushyant (Atlet duyung India)  | Semangat juang Atlet duyung dari negeri taj mahal harus diajungin jempol.... perjuangan nya demi medali untuk negara nya sampai harus dirawat tim medis...usahanya tidak sia -sia karena mempersembahkan medali perunggu untuk negaranya. 😗😗😗


*Koy Xayavong ( Atlet sepak takraw Laos)  | Saat bertanding atlet laos  harus  mendapatkan  perawatan  tim medis di tengah lapangan karena mengalami cidera.  


*Bekmurod Oltiboev (Atlet judo Uzbekistan) | Diperempat final saat melawan atlet judo Jepang, pemain dari negara  yang pernah menjadi bagian dari negara uni soviet ini  harus mendapat perawatan medis.


Photo : Berbagai sumber

Selasa, 04 September 2018

Sport Talk : Asian Games 2018 : Deretan negara yang gagal meraih medali

Sport Talk : Asian Games 2018 : Deretan negara yang gagal meraih medali 
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

1. Bangladesh.


Bangladesh merupakan negara kecil di bagian Asia Selatan. Salah satu cabor unggulan yang dimiliki negara ini adalah kabaddi. Pada Asian Games 2014 yang diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan negara ini berhasil finish pada peringkat 33 dengan perolehan 1 perak dan 2 perunggu. 

Namun sayang, pada Asian Games 2018 ini kontingen negara ini pulang tanpa sekeping pun medali.


2. Bhutan.


Negara yang terletak di kaki Pegunungan Himalaya ini ikut serta memeriahkan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September 2018 dengan mengirimkan 24 atlet terbaiknya. 

24 Atlet tersebut mengikuti empat cabang olahraga, yakni panahan, taekwondo, tinju, dan golf. Sayangnya Bhutan harus gigit jari, karena tak ada satu pun atlet terbaiknya yang berhasil mendapatkan medali.


3. Brunei Darussalam.

Jika Indonesia menjadi negara yang mengirimkan atlet terbanyak di Asian Games 2018, Brunei Darussalam justru menjadi negara dengan jumlah atlet paling minim. Pasalnya Brunei hanya diperkuat 15 atlet. 

Merunut sejarah sepanjang gelaran Asian Games, negara yang berada di kawasan Pulau Kalimantan bagian utara ini sekali pun belum pernah mendapat medali emas. Bahkan pada olahraga terbesar di Benua Asia tahun ini mereka juga harus pulang dengan tangan kosong.


4. Timur Leste.

Empat kali mengikuti pagelaran Asian Games, Timor Leste sampai saat ini masih belum berhasil meraih satu medali pun. Padahal untuk Asian Games 2018 ini negara yang beribukota Dili itu tercatat mengirimkan 63 atlet terbaiknya.


5. Maladewa.

Pada Asian Games 2018, Timnas Putri U-23 Indonesia berhasil mengalahkan Maladewa 6-0. Selain kekalahan pada cabor sepak bola putri ini, negara kepulauan di Samudera Hindia ini juga belum berhasil mendapatkan medali apa pun. Bahkan Cabang atletik yang menjadi unggulan negara ini juga gagal meraih medali.


6. Palestina.
Di tengah situasi negara yang masih dilanda konflik, tak menyurutkan Palestina untuk ikut serta dalam pagelaran Asian Games 2018. Bahkan Timnas U-23 Palestina berhasil menang atas Timnas U-23 Indonesia dengan skor akhir 2-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup A Asian Games 2018 di Stadion Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8) lalu. 

Namun kendati sempat unggul di cabor sepak bola, hingga akhir Asian Games 2018 Palestina tak membawa pulang medali sekeping pun.


7. Sri Lanka.

Sri Lanka mengirimkan 163 atlet untuk bertanding di Asian Games 2018. Ini merupakan jumlah atlet terbanyak yang pernah dikirimkan oleh negara beribukota Sri Jayawardenapura Kotte dalam gelaran Asian Games. Sayangnya di balik peningkatan jumlah atlet yang dikirimkan Sri Lanka, tak satu pun berhasil mendapatkan medali.


8. Yaman.

Yaman menjadi salah satu kontingen dengan jumlah atlet tersedikit di Asian Games 2018 dengan mengirimkan 38 atlet. Sayangnya, negara semenanjung Arab yang berada di Asia Barat, bagian dari Timur Tengah ini harus gigit jari karena tak satu pun atletnya membawa pulang medali.

Sport Talk : Asian Games 2018 : Moment - Moment menarik

Asian Games 2018
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah juga memberikan pidatonya. Presiden Dewan Olimpiade Asia tersebut berterimakasih terhadap Indonesia karena sudah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. Uniknya, Syeikh Ahmad tersebut melakukan gestur hati sambil mengatakan "Indonesia, kami cinta kalian". Sontak, aksinya ini diikuti oleh tepuk tangan meriah dari para penonton. 



Pak Jokowi sendiri tak hadir di Stadion Gelora Bung Karno. Presiden Indonesia tersebut justru berada di Lombok bersama korban gempa. Dalam sambutannya,  Pak Jokowi mengaku sangat bangga dengan prestasi atlet Indonesia yang berhasil melampaui target medali emas. Dirinya juga mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah gelaran Asian Games 2018. "Ini adalah raihan tertinggi di Indonesia selama Asian Games. Kita telah sukses jadi tuan rumah yang ramah," ujarnya.  




Kehadiran dua boyband asal Korea Selatan, Super Junior dan iKON semakin memeriahkan upacara penutupan Asian Games 2018. Lagu-lagu hits mereka seperti "Love Scenario","Sorry Sorry," dan "Rhythm Ta" membuat para fans bergemuruh. Fans masing-masing boyband seperti ELF dan iKONICS dengan bersemangat mendukung boyband idola mereka tampil.  





Gelaran upacara penutupan Asian Games 2018 tetap dilaksanakan walau pun tengah hujan deras. Hal ini tak menyurutkan semangat atlet untuk melakukan defile di tengah-tengah panggung. Terlihat mereka membaur dengan sesama di panggung menggunakan jas hujan transparan. Momen unik ini tentu jadi bukti semangat atlet Asian Games 2018 yang tak pernah padam apa pun kondisinya.



Foto : Berbagai sumber 




Sabtu, 30 Desember 2017

Sport Talk | Moment Olahraga yang menjadi sorotan saya tahun 2017


Sepanjang tahun 2017 di dunia olahraga memiliki cerita sendiri, nah neng ita  akan membahas berita berita olahraga sepanjang tahun 2017 yang menarik perhatian saya.  Check out. 




Kevin/Marcus Juara All England 



Kevin/Marcus sukses tampil melejit sepanjang 2017. Aksi gemilang mereka dimulai kala sukses merebut juara All England 2017. Gelar ini memulai kegemilangan mereka sepanjang tahun.
Usai juara itu, keduanya tak terbendung. Kevin/Marcus sukses memenangi India Super Series, Malaysia Super Series, Korea Super Series Premier, hingga akhiri tahun dengan tiga gelar beruntun, yaitu di China, Hong Kong, dan Super Series Finals.


Image result for SEA Games 2017

SEA Games 2017

Dugaan kecurangan juga muncul di ajang olahraga SEA Games 2017 di Malaysia. Sejumlah peserta dari berbagai negara menuding tuan rumah telah berbuat curang dalam beberapa cabang olahraga.
Salah satu kecurangan yang diduga terjadi ada di cabang sepak takraw putri. Tim Indonesia memutuskan walk out di pertandingan melawan tim tuan rumah.

Tim Indonesia menilai, tim sepak takraw Malaysia melakukan kecurangan. Alhasil, tim Indonesia harus puas dengan medali perunggu. Tim Malaysia sendiri meraih medali perak setelah kalah melawan Thailand di final. Sebelum dugaan kecurangan merebak, pagelaran SEA Games juga sudah ternoda dengan kesalahan administrasi. Dalam buku panduan SEA Games 2017, bendera Indonesia tercetak terbalik dengan warna putih di atas dan warna merah di bawah.

"Pembukaan #SEAgame2017 yg bagus tapi tercederai dg keteledoran fatal yg amat menyakitkan. Bendera kita....Merah Putih. Astaghfirullaah," kicau Menpora, Imam Nahrawi.
Pihak Malaysia sendiri kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut lewat Menpora Malaysia, Khairy Jamaluddin. “Bapak Imam, mohon terima permintaan maaf saya yang tulus atas (kesalahan) ini,” demikian reply Tweet Khairy kepada Imam.

“Sesungguhnya tiada niat jahat. Saya amat kesal dengan kesilapan (kesalahan) ini. Mohon maaf.” tulis Khairy lewat Twitter.







Minggu, 13 Desember 2015

5 Kondisi yang Memperbolehkan Anda Melewatkan Olahraga


http://wolipop.detik.com/ Anda pasti sudah mengetahui dengan baik manfaat dari olahraga. Selain menyehatkan dan menjaga bentuk badan, olahraga juga dapat melepaskan stres sehingga baik untuk jiwa dan raga. Meski begitu, ada saat-saat di mana olahraga boleh dilewatkan. Misalnya saja ketika tengah sakit atau mengalami celaka karena akan menyebabkan kondisinya bertambah parah. Berikut lima kondisi di mana Anda bisa tidak berolahraga dulu:

1. Sakit
Tentu saja Anda boleh melewatkan olahraga ketika sedang sakit. Misalnya saja saat pegal-pegal, pilek, batuk, demam, atau diare. Menurut Lipi Roy, MD dari Massachusetts General Hospital, gejala-gejala tersebut sering disebabkan oleh dehidrasi. Untuk itu, melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak keringat bisa memperburuk keadaan. 

Disarankan pula agar Anda menunggu hingga kondisi tubuh benar-benar membaik‎ untuk kembali latihan. Bagi Anda yang demam, Michele Olson, PhD menganjurkan untuk menunggu setidaknya dua hari untuk temperatur tubuh stabil sebelum olahraga. 

2. Cedera
Selain saat sakit, Anda harus menunda sesi berolahraga ketika tengah mengalami cedera. Sebagian dari Anda mungkin menganggap jika latihan bisa dilakukan pada bagian yang tidak cedera. Namun hal tersebut tidak dianjurkan‎ karena semua bagian tubuh terkoneksi. 

"Meski cedera hanya terjadi di pundak, gerakan tubuh ketika berjalan perlahan ke treadmill misalnya dapat membuatnya semkain parah," ungkap Jessica Matthews selaku penasihat kesehatan dan fitness pada Huffington Post. 

Sebelum bisa kembali berolahraga, sebaiknya Anda mengkons‎ultasikannya terlebih dahulu kepada dokter agar benar-benar aman. 

3. Kurang Tidur
‎Idealnya, tubuh Anda membutuhkan tidur dan olahraga setiap harinya. Jika Anda harus memilih salah satunya, pilihlah istirahat. Tidur yang berkualitas lebih penting untuk kesehatan terlebih bisa menunjang olahraga. Tetap latihan saat istirahat kurang panjang atau nyenyak akan menyebabkan nyeri setelahnya. 

"Jika saat pagi klien mengatakan padaku mereka sangat lelah, kami tidak akan melakukan apapun yang melibatkan gerakan rumit, karena aku tahu mereka tidak sepenuhnya sadar dan fokus‎ untuk melakukan dengan benar atau aman," tambah Jessica. 

4. ‎ Tubuh Nyeri Karena Olahraga
Jarang berolahraga kadang membuat tubuh Anda mera‎sa nyeri saat kembali latihan. Jika itu yang terjadi pada Anda, coba tunda dulu keinginan untuk mencoba lagi olahraga. Ketika sendi-sendi sudah pulih dari rasa sakit, Anda dapat latihan dengan gerakan-gerakan yang tidak terlalu berat atau rumit. 

"Tingkat kenyerian itu dapat membatasi‎ gerakan. Hal tersebut dapat mengubah cara Anda bergerak dan meningkatkan risiko terjadinya cedera," kata Jessica. 

5. Kebanyakan Olahraga
‎Penggila olahraga mungkin sering tidak dapat menahan diri untuk rajin latihan. Namun ketika latihan dilakukan terlalu berat atau lama, Anda bisa mengalami gejala kebanyakan olahraga. Misalnya saja nyeri sendi, gangguan tidur, jantung berdetak lebih kencang dari biasa, dan lain-lain. Jika hal tersebut terjadi, intensitas latihan sebaiknya segera dikurangi. 


Selasa, 06 Agustus 2013

Atlet Wanita Terkaya di dunia versi Majalah Forbes


Petenis putri Maria Sharapova, Serena Williams, Li Na dan Victoria Azarenka masuk dalam daftar perempuan terkaya di dunia versi Majalah Forbes 2013, yang diterbitkan pertengahan tahun ini. Keempatnya berada dalam jajaran tujuh atlet perempuan yang memiliki pendapatan tertinggi di dunia.
Sharapova asal Rusia menduduki peringkat pertama dari 10 perempuan terkaya di dunia. Total kekayaannya per Juni lalu, mencapai 29 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 301,6 miliar (1 dollar= Rp 10.400).
Petenis Amerika, Serena Willliams berada di urutan ke 68, dengan kekayaan 20 juta dolar Amerika (Rp 208 miliar) . Sedangkan bintang Asia, Li Na di posisi ke 85, yang memiliki kekayaan 18,2 juta dolar Amerika (Rp 189,2 miliar).
Sedangkan atlet non tenis, Danica Patrick memiliki kekayaan sebesar 15 juta dolar Amerika (Rp 156 miliar). Pebalet ski es asal Korea Selatan, Kim Yuna, berpendapatan 6 juta dolar Amerika (Rp 62,4 miliar). 
Disusul tiga pemain tenis: Caroline Wozniacki (Denmark), Agnieszka Radwanska (Polandia) dan Ana Ivanovic (Serbia)--yang kini tidak berada di rangking 10 besar dunia.
Dari daftar 100 orang terkaya itu, Sharapova berada di urutan ke 22 dari seluruh atlet baik pria maupun wanita. Mantan petenis nomor satu dunia, Roger Federer berada di peringkat kedua dari daftar tersebut, dengan kekayaan 71 juta dolar Amerika (Rp 738,4 miliar).
USA TODAY SPORTS| FORBES

Senin, 22 Juli 2013

Miss Juventus , Cristina Chiabotto.

Juventus menunjuk Cristina Chiabotto sebagai Miss Juventus yang bertugas sebagai duta klub asal kota Turin itu. Chiabotto adalah Miss Italia 2004 yang juga akan menjadi presenter di Juventus TV.


Cristina Chiabotto, "Miss Juventus"




Selasa, 31 Juli 2012

Eko Yuli Meraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade London




PHOTO BY AP 

Eko Yuli Irawan (kanan) bersama peraih emas angkat besi kelas 62 kg Kim Un Guk asal Korea Utara (tengah), dan peraih perak asal Kolombia Oscar Albeiro Figueroa Mosquera, setelah upacara pengalungan medali di Olimpiade London 2012 (30/7). AP/Mike 

Pageant Daily : Miss Cosmo 2025

 This year, Miss Cosmo, the Vietnamese beauty pageant, returns. This is its second edition. Last year, Indonesia's representative from A...